Banda Aceh, 14 Maret 2025 – Pusat Riset Perubahan Iklim Universitas Syiah Kuala (USK) menerima kunjungan lima peneliti dari Nagoya University, Jepang: Dr. Muroi Kenji, Dr. Tadokoro Keichi, Prof. Saito Hitoshi, Yoshimura Mai, dan Prof. Takahashi Makoto. Kegiatan diskusi dan sharing session ini digelar di kantor Aceh Climate Change Initiative (ACCI), Pusat Riset Perubahan Iklim USK, dan menjadi bagian dari penguatan kolaborasi riset serta pertukaran pengetahuan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

Dalam sesi tersebut, para peneliti dari kedua institusi berdialog mengenai strategi peningkatan kesadaran masyarakat terhadap perubahan iklim melalui program-program edukatif seperti seminar, diskusi publik, dan penguatan kapasitas komunitas. Pusat Riset Perubahan Iklim USK menyoroti pentingnya peran lembaga riset dalam membangun ketangguhan masyarakat melalui pendekatan lintas disiplin dan partisipatif.

Isu-isu kunci yang dibahas mencakup keterkaitan antara gender dan perubahan iklim, perubahan sosial, transisi energi berkelanjutan, serta tantangan di sektor kelautan dan perikanan akibat kenaikan permukaan laut. Para peneliti Nagoya University menunjukkan ketertarikan besar terhadap pendekatan adaptasi iklim yang dilakukan masyarakat Aceh secara lokal, berbasis pada kearifan tradisional dan praktik empiris.

Dalam forum diskusi ini, para peneliti dan pakar dari USK menjelaskan berbagai temuan dan pendekatan mereka sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. “Kami sangat terkesan dengan pendekatan kontekstual yang dilakukan oleh USK. Ini memberikan wawasan baru bagi pengembangan riset adaptasi perubahan iklim di Jepang maupun secara global,” ujar Dr Muroi Kenji.

Pertemuan ini diharapkan membuka jalan bagi kerja sama riset berkelanjutan antara Universitas Syiah Kuala dan Nagoya University, khususnya dalam pengembangan strategi adaptasi berbasis komunitas yang inklusif dan kontekstual.

Categories:

Tags:

Comments are closed

Komentar Terbaru

No comments to show.
Recent Comments