
Banda Aceh, 30 Januari 2026 — Aceh Climate Change Initiative Universitas Syiah Kuala (ACCI USK) bekerja sama dengan Women Research Institute (WRI) dan UN Women telah menyelenggarakan kegiatan “Training dan Diseminasi: Baseline Data Gender, Perubahan Iklim, dan Advokasi Kebijakan di Aceh” pada Jumat (30/1), pukul 07.30-16.30 WIB. Kegiatan ini dirancang dalam satu rangkaian untuk mengintegrasikan diseminasi hasil Survei Baseline Gender dengan pelatihan advokasi kebijakan berbasis bukti, sehingga temuan riset dapat digunakan secara praktis dalam proses kebijakan daerah.
Diseminasi dilaksanakan secara hybrid kemudian dilanjutkan pelatihan advokasi secara luring. Panitia mencatat total peserta mendekati 100 orang yang terdiri dari perwakilan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi/peneliti, serta komunitas perempuan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendorong kebijakan yang lebih inklusif dan berbasis bukti.
Menjembatani Temuan Riset dengan Proses Kebijakan

Perubahan iklim dan percepatan transisi energi berdampak langsung pada penghidupan, akses sumber daya, dan beban kerja rumah tangga dan dampaknya tidak netral, karena perempuan dan kelompok rentan menghadapi risiko serta kapasitas adaptasi yang berbeda. Karena itu, kegiatan ini menekankan bahwa temuan baseline akan bernilai kebijakan bila dipahami, didiskusikan lintas sektor, lalu diterjemahkan menjadi pesan kebijakan, strategi komunikasi, dan rencana tindak lanjut advokasi.
Baseline yang didiseminasikan disusun untuk memberi gambaran menyeluruh keterkaitan gender-perubahan iklim-transisi energi di Aceh, dengan titik berat pada pengalaman dan peran perempuan di tingkat rumah tangga. Baseline ini juga menjadi pijakan awal perencanaan kebijakan dan program, termasuk mendukung implementasi RAN-GPI serta program EmPower Phase II di Aceh.
Pemaparan Hasil Baseline dan Diskusi Lintas Sektor

Pada sesi diseminasi, pemaparan hasil Survei Baseline Gender disampaikan oleh Ir. Suraiya Kamaruzzaman, S.T., LLM., MT (Ketua ACCI USK). Diskusi lintas sektor kemudian menghadirkan para pemantik: Dr. Rina S Oktari, S.Kep, M.Si, FRSPH (Coor. of Disaster Education Research Cluster TDMRC USK), Ruwaida, S.Pd.I., M.Ag. (Dewan Pengawas Solidaritas Perempuan Aceh), dan Sita Aripurnami, M.Sc (Executive Director at Women Research Institute).
Sorotan Temuan Kunci Baseline

Beberapa temuan kunci yang mengemuka dalam diseminasi antara lain:
- Perempuan berada di pusat pengelolaan air, pangan, dan energi di tingkat rumah tangga mulai dari strategi menghemat air saat kemarau, menyesuaikan menu ketika harga pangan dan LPG naik, hingga keputusan evakuasi saat banjir atau rob mengancam.
- Kemajuan layanan dasar tercatat, namun belum merata. Banyak rumah tangga sudah memiliki akses listrik, sumber air, toilet pribadi, dan cakupan jaminan kesehatan yang relatif tinggi; tetapi masih ada kelompok yang hidup dengan sanitasi buruk, sumber air minum tidak terlindung, atau akses layanan kesehatan yang sulit.
- Risiko iklim terjadi luas dan beragam (banjir, rob, abrasi, longsor, kekeringan musiman), sementara kesiapsiagaan serta fasilitas pengungsian belum selalu mempertimbangkan kebutuhan privasi, keamanan, dan kesehatan perempuan serta kelompok rentan.
- Baseline mengolah temuan menjadi indikator prioritas untuk advokasi dan pemantauan kebijakan (mis. akses rumah layak huni, air minum terlindung, sanitasi, pola dan keputusan energi rumah tangga, pengalaman bencana, pengetahuan jalur evakuasi, kualitas fasilitas pengungsian, hingga partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan).
Pelatihan Advokasi Berbasis Bukti

Setelah diseminasi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pelatihan advokasi yang dirancang untuk membekali peserta keterampilan praktis mulai dari membaca data, menyusun isu, hingga mengubahnya menjadi argumen kebijakan. Rangkaian pelatihan mencakup pre-test, pembagian kelompok, latihan menyusun isu dan pesan advokasi berbasis data baseline, presentasi, masukan/klarifikasi, serta penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL).
Pelatihan difasilitasi oleh Dr. Budi Arianto, S.Pd., M.Pd (Dosen FKIP USK) dan Sita Aripurnami, M.Sc. (Executive Director at Women Research Institute). Kegiatan juga dikoordinasikan oleh Irfan Zikri, S.P., M.A selaku Program Manager/Sekretaris ACCI USK.
Agenda Lanjutan

Baseline ini menegaskan beberapa arah strategis seperti penguatan ketahanan iklim perlu dimulai dari perbaikan layanan dasar di lokasi paling tertinggal; perempuan perlu diposisikan sebagai aktor utama transisi energi; serta sistem kebencanaan perlu memasukkan perspektif perempuan dan kelompok rentan sejak perencanaan hingga evaluasi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari EmPower II, yang dijalankan melalui kerja sama konsorsium WRI Indonesia dengan dukungan United Nations Environment Programme dan UN Women.
Informasi Media
Instagram: @acci_acehprogram | Email: office@acci-acehprogram.org | Website: prpi-acci.usk.ac.id
Kontak: Suraiya Kamaruzzaman (0813-6068-4060) | Irfan Zikri (0812-6333-5161)
Comments are closed