
Banda Aceh, 17 April 2025 – Dua aktivis muda dari organisasi lingkungan Bentala, Alfy Ifthilhar (yang juga saat ini bertugas sebagai staf di Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup/BPDLH) dan Muhammad Naufal Musri, melakukan kunjungan ke Pusat Riset Perubahan Iklim Universitas Syiah Kuala (USK) dalam rangka kegiatan sharing session yang mereka inisiasi sebagai upaya memperkuat diskursus perubahan iklim di kalangan akademisi dan komunitas muda
Dalam sesi yang berlangsung santai namun bermakna tersebut, diskusi berfokus pada keterlibatan generasi muda dalam menghadapi krisis iklim, serta pentingnya membangun jembatan antara komunitas, dunia riset, dan kebijakan. Bentala, sebagai organisasi berbasis anak muda yang aktif dalam advokasi lingkungan dan konservasi, mendorong kolaborasi lintas sektor agar gerakan iklim menjadi lebih inklusif dan berdampak.
Tim peneliti dari Pusat Riset Perubahan Iklim USK menyambut baik inisiatif ini dan menyampaikan kesiapan untuk memperluas kolaborasi dengan organisasi seperti Bentala, terutama dalam mendorong literasi iklim, penguatan kapasitas generasi muda, dan pengembangan program riset yang aplikatif dan kontekstual.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang berbagi pengalaman dan gagasan, tetapi juga mempertegas pentingnya kemitraan antara institusi riset dan komunitas dalam membangun masa depan yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim.
Tentang Bentala
Bentala adalah organisasi yang dipimpin oleh anak muda dan fokus pada isu lingkungan, perubahan iklim, serta keberlanjutan sosial dan ekologi di tingkat lokal. Melalui pendekatan partisipatif dan edukatif, Bentala berupaya menciptakan ruang kolaborasi lintas generasi untuk menghadapi tantangan lingkungan masa kini.
Comments are closed