Pusat Riset Perubahan Iklim Aceh hadir di Jakarta bersama lebih dari 80 organisasi masyarakat sipil dari seluruh Indonesia untuk meluncurkan Jaringan WPS Indonesia (Women, Peace & Security).

Kenapa kami ada di sana?
Karena krisis hari ini bukan hanya perang.
Ini:
• bencana berulang,
• perubahan iklim,
• kekerasan berbasis gender (offline & online),
• perdagangan orang,
• migrasi terpaksa,
• rasa takut yang hidup di tubuh perempuan setiap hari.

Perempuan Aceh sudah terlalu lama berdiri di garis depan, sering tanpa pengakuan. Hari ini kami tidak hanya hadir, tapi memimpin.

Ibu Ir. Suraiya Kamaruzzaman, ST., L.LM., MT, Kepala Pusat Riset Perubahan Iklim Aceh, menjadi salah satu dari 5 presidium Jaringan WPS Indonesia. Aceh tidak hanya dikenang karena masa lalu konflik. Aceh adalah laboratorium ketahanan, solidaritas, dan keadilan iklim.

Ini bukan simbol atau seremoni.
Ini pernyataan sikap dan gerakan!

Kami akan terus memastikan:
• Suara perempuan terdengar.
• Hak perempuan dilindungi.
• Perempuan diakui sebagai penjaga perdamaian dan ketahanan komunitas.

Aceh bersuara untuk Indonesia dan dunia!

#ACCI#ACCIUSK#EMPOWER#EMPOWERII#WPS#WomenPeaceSecurity#Aceh#ClimateJustice#PerempuanAceh#KeamananInklusif#PeaceIsARight

Categories:

Tags:

Comments are closed