



Pusat Riset Perubahan Iklim Aceh (ACCI) USK bersama Konsorsium WRI, dengan dukungan EmPower II Programme bersama UNEP dan UN Women, sukses menyelenggarakan pertemuan internasional untuk membahas hasil awal survei baseline gender dan perubahan iklim di Aceh.
Acara dibuka oleh Prof. Dr. Mudatsir, M.Kes, dilanjutkan pengantar oleh Ir. Suraiya Kamaruzzaman, S.T., L.LM., M.T., dan pemaparan hasil survei oleh Dr. Irfan Zikri, S.P., M.A. yang menyoroti kerentanan ganda perempuan Aceh dalam menghadapi risiko iklim dan bencana.
Diskusi juga menghadirkan perspektif internasional dari Prof. Kenji Muroi & Prof. Makoto Takahashi (Nagoya University, Jepang) serta kontribusi akademisi, CSO, dan lembaga terkait yang memperkuat pentingnya kolaborasi multi-pihak.
Acara ditutup dengan sambutan Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU. dan penandatanganan Implementation Agreement antara ACCI USK, Nagoya University, dan Fakultas Pertanian USK sebagai langkah penguatan kolaborasi riset internasional.
💡 Melalui dukungan EmPower II, pertemuan ini menjadi pijakan strategis menuju pembangunan Aceh yang lebih responsif gender, adaptif iklim, dan berkelanjutan 🌱🤝
#EmPowerII#EmPower#UNWomen#UNEP#WRI#ACCI#USK#Nagoya#ClimateChange#ClimateAction#GenderEquality#SustainableDevelopment#Gender#Aceh#Development#Inclusive#Adaptive#Disaster
Comments are closed