Cut Safarina Yulianti dan Irfan Zikri saat membahas penyusunan RAD-GPI menuju Banda Aceh tangguh iklim dalam Dialog RRI Pro 1 Banda Aceh, 13 Juli 2026 (Sumber: RRI PRO 1 Banda Aceh).

Banda Aceh, 13 Juli 2026 — Aceh Climate Change Initiative Universitas Syiah Kuala (ACCI USK) bersama Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota Banda Aceh mendorong penyusunan Rencana Aksi Daerah Gender dan Perubahan Iklim atau RAD-GPI sebagai bagian penting dalam membangun ketahanan iklim yang inklusif di Kota Banda Aceh.

Komitmen tersebut disampaikan dalam program Dialog RRI Diary Puan: Perempuan dan Anak bertema “Penyusunan Rencana Aksi Daerah Gender dan Perubahan Iklim, Menuju Banda Aceh Tangguh Iklim”, yang disiarkan melalui RRI Pro 1 Banda Aceh pada Senin, 13 Juli 2026.

Dialog yang dipandu oleh Ammar tersebut menghadirkan dua narasumber, yaitu Irfan Zikri, Dosen Universitas Syiah Kuala, Program Manager ACCI USK, sekaligus National Consultant for Stakeholder Coordination–Local Action Plan for Gender and Climate Change in Banda Aceh, serta Cut Safarina Yulianti, Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota Banda Aceh.

Dalam dialog tersebut, Irfan Zikri menjelaskan bahwa penyusunan RAD-GPI diarahkan untuk memastikan kebijakan dan program perubahan iklim tidak bersifat netral terhadap kondisi sosial masyarakat. Dampak perubahan iklim dapat dirasakan secara berbeda oleh perempuan, anak, penyandang disabilitas, kelompok berpenghasilan rendah, dan masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada sumber daya alam.

Oleh karena itu, penyusunan RAD-GPI perlu menggunakan data yang memadai, mempertimbangkan pengalaman kelompok yang menghadapi kerentanan lebih besar, serta melibatkan berbagai unsur masyarakat sejak proses identifikasi masalah hingga penyusunan program dan indikator pelaksanaan.

RAD-GPI juga diharapkan dapat menjadi instrumen yang menghubungkan agenda penanganan perubahan iklim dengan pengarusutamaan gender, perencanaan pembangunan daerah, penganggaran responsif gender, perlindungan sosial, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Irfan Zikri, Dosen USK dan Program Manager ACCI USK, menyampaikan pandangan mengenai pentingnya penyusunan RAD-GPI dalam Dialog RRI Pro 1 Banda Aceh, 13 Juli 2026 (Sumber: RRI PRO 1 Banda Aceh)

Pembahasan melalui RRI menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman publik mengenai hubungan antara perubahan iklim dan ketimpangan sosial. Media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi perubahan iklim dengan bahasa yang mudah dipahami sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Banda Aceh bersama ACCI USK dan UN Women juga telah melaksanakan FGD dan Workshop Penyusunan RAD-GPI Kota Banda Aceh. Kegiatan tersebut melibatkan 145 peserta yang berasal dari organisasi perangkat daerah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, komunitas, dan mitra pembangunan.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, RAD-GPI diharapkan mampu memperkuat arah pembangunan Kota Banda Aceh agar semakin tangguh terhadap perubahan iklim, adil bagi perempuan dan laki-laki, ramah terhadap anak dan penyandang disabilitas, serta inklusif bagi seluruh warga.

Rekaman lengkap dialog dapat disaksikan melalui kanal YouTube RRI Banda Aceh LIVE.

https://www.youtube.com/watch?v=A62ioGSlTyQ: ACCI USK dan DLHK Banda Aceh Bahas Penyusunan RAD-GPI Menuju Kota Tangguh Iklim

Categories:

Tags:

Comments are closed